aku tak tau
bagaimana persisnya orang yang pernah mencuri perhatianmu
aku hanya tau bahwa aku sekarang sedang mengusahakanmu
aku tak mengerti
bagaimana orang yang pernah berbagi rasa denganmu
yang aku mampu, tak ingin sedikitpun jauh darimu
sikapmu yang dingin
atau aku yang terlalu berharap diperhatikan
setiap hal tentangmu detail ku perhatikan
namun, ada saja yang salah dari setiapku
terkadang muncul keraguan atas masa lalumu
namun, dengan sedikit usahamu
akupun tak mampu jika tidak memahamimu
apapun diantara kita biar saja menjadi pintu
bukan sebuah dinding yang utuh
karena kamu hanya perlu membuka
dan berjalan melawatinya,
karena aku akan menunggumu di depan
Minggu, 20 Mei 2018
Jumat, 11 Mei 2018
~ R U M A H ~
sejatinya alasan yang membuatku harus sendiri
pergi dari apa yang telah digariskan
mencoba bertahan dalam badai riuh tak berujung
itu hanya akan menyakiti diri
aku masih saja berulang
mencari celah dari sebuah kasih
berharap tak menumpang
namun juga tak berhutang
aku hanya ingin bertahan sedikit saja
merasakan hangat keramaian tawa di meja makan
tanpa ada rasa jika aku bukan kalian
jika mampu ku lakukan
ingin saja merekam momen itu
untuk kujadikan kenangan di angan
yang nanti dengan bringas
akan datang untuk menabur rindu
sedikit ingin ku mengeluh pada harapan
untuk sekedar bertanya
untuk apa aku ada
jika aku tak mendapatkan kehangatan di dalam sana
Rabu, 25 April 2018
!
semburat merah berhambur dengan birunya langit
perlahan menari meninggalkan diri
mengundang gelap ditemani oleh bintang gumintang
seruling alam mulai ramai bercengkrama
buai buai angin berbisik pada gendang
bersekongkol untuk menghadang langkah
inginku terbuai pada kemesrahan yang mereka tawarkan
hanya sedang tak ingin menikmatinya
dan aku ingin berdiam saja
perlahan menari meninggalkan diri
mengundang gelap ditemani oleh bintang gumintang
seruling alam mulai ramai bercengkrama
buai buai angin berbisik pada gendang
bersekongkol untuk menghadang langkah
inginku terbuai pada kemesrahan yang mereka tawarkan
hanya sedang tak ingin menikmatinya
dan aku ingin berdiam saja
Senin, 23 April 2018
Kartini itu Kau Ibuku
Hai Kartiniku
22 April 1996
terima kasih sebab telah menghadirkanku ke dunia
betapa bahagia tubuh mungilku kau dekap dalam pelukanmu
detik demi detik kau selalu memandangku dengan senyum anggunmu
setiap hari kau doakan harapan harapan untukku
Hai Kartiniku
4tahun genap usiaku
dengan penuh sesak dan ribuan air mata yang mengalir
dengan pasrah kau titipkan tubuh mungilku dalam pelukan kartini lain
sedikit demi sedikit langkahmu kian menjauh
jauh dari pelupuk mata si mungil terjaga dalam pelukan kartini lain
Hai Kartiniku
ingin kusampaikan kabar
kini usiaku genap menjelang 11 tahun
tak inginkah kau bertemu dan mendekapku
tik..tok..
dalam hitungan detik
sosok orang lain datang menghampiriku untuk mengajak bertemu denganmu
betapa senang kurasa
sebentar lagi aku bisa merayakan kebersamaan denganmu
Hai Kartiniku
taukah sepanjang perjalanan aku tersenyum
senyum yang tak pernah kuperlihatkan kepada setiap orang
senyum yang selalu kupendam demi untuk bertemu denganmu
ahh..
jika ingat kala itu,
kau pasti senang melihatku tersenyum sangat anggun
Hai Kartiniku
mengapa ramai sekali rumah kita
siapakah mereka yang berbondong datang kerumah
satupun dari mereka aku tak mengenalinya
mengapa persatu dari mereka memelukku dengan linangan air mata
aku tak paham apa maksud mereka
disudut pintu terlihat bendera putih dengan tanda plus disana
aku masih tak memahaminya
aku berlari untuk menemukanmu dalam kerumunan orang
namun sama sekali tak kujumpai sosokmu
Seketika tangan seorang wanita berjubah hitam
datang dan berkata
"itu ibumu"
Hai Kartiniku
itukah kau yang tertidur lelap diatas dipan
apakah itu kau yang sedang tersenyum dalam balutan kain putih
ohh Tuhan
kau begitu cantik
tak henti ku kecup tanganmu
ku cium mesrah berkali kali tubuhmu
namun mengapa kau tetap saja tak bangun
tak ingnkah kau bertemu denganku sekali saja
tak inginkah kau mengecup keningku walau sekali saja
Hai Kartiniku
mengapa kau menghadirkanku
jika kau saja tak bisa selalu ada untukku
taukah kau aku menderita setiap detik ke detik
ingatkah kau, aku tak pernah melakukan banyak hal bersamamu
beginikah caramu meninggalkanku
lantas apa yang akan kulakukan tanpamu
Hai Kartiniku
aku tak menyalahkan mu atas setiap rindu yang kurasa
tak mampu sedetikpun aku marah karena tak mampu mendekapmu
kian banyak pertikain
kian banyak sakit yang kuterima
aku masih tetap tak menyalahkanmu
yang membuatku sakit hanya
aku tak mampu lagi melihatmu
aku tak akan lagi mendapat pelukanmu
aku tak mampu lagi berjalan bersamamu
dan akan banyak hal lain yang tak akan bisa lagi kulakukan denganmu
Kau Ibu
Kartini terbaik dalam hidupku
terima kasih telah menjadikanku tegar
aku disni selalu berdoa untukmu
sudahilah air mata yang kau teteskan disana
akan ada banyak kartini yang selalu bersamaku
walau tak seindah kartini asliku
22 April 1996
terima kasih sebab telah menghadirkanku ke dunia
betapa bahagia tubuh mungilku kau dekap dalam pelukanmu
detik demi detik kau selalu memandangku dengan senyum anggunmu
setiap hari kau doakan harapan harapan untukku
Hai Kartiniku
4tahun genap usiaku
dengan penuh sesak dan ribuan air mata yang mengalir
dengan pasrah kau titipkan tubuh mungilku dalam pelukan kartini lain
sedikit demi sedikit langkahmu kian menjauh
jauh dari pelupuk mata si mungil terjaga dalam pelukan kartini lain
Hai Kartiniku
ingin kusampaikan kabar
kini usiaku genap menjelang 11 tahun
tak inginkah kau bertemu dan mendekapku
tik..tok..
dalam hitungan detik
sosok orang lain datang menghampiriku untuk mengajak bertemu denganmu
betapa senang kurasa
sebentar lagi aku bisa merayakan kebersamaan denganmu
Hai Kartiniku
taukah sepanjang perjalanan aku tersenyum
senyum yang tak pernah kuperlihatkan kepada setiap orang
senyum yang selalu kupendam demi untuk bertemu denganmu
ahh..
jika ingat kala itu,
kau pasti senang melihatku tersenyum sangat anggun
Hai Kartiniku
mengapa ramai sekali rumah kita
siapakah mereka yang berbondong datang kerumah
satupun dari mereka aku tak mengenalinya
mengapa persatu dari mereka memelukku dengan linangan air mata
aku tak paham apa maksud mereka
disudut pintu terlihat bendera putih dengan tanda plus disana
aku masih tak memahaminya
aku berlari untuk menemukanmu dalam kerumunan orang
namun sama sekali tak kujumpai sosokmu
Seketika tangan seorang wanita berjubah hitam
datang dan berkata
"itu ibumu"
Hai Kartiniku
itukah kau yang tertidur lelap diatas dipan
apakah itu kau yang sedang tersenyum dalam balutan kain putih
ohh Tuhan
kau begitu cantik
tak henti ku kecup tanganmu
ku cium mesrah berkali kali tubuhmu
namun mengapa kau tetap saja tak bangun
tak ingnkah kau bertemu denganku sekali saja
tak inginkah kau mengecup keningku walau sekali saja
Hai Kartiniku
mengapa kau menghadirkanku
jika kau saja tak bisa selalu ada untukku
taukah kau aku menderita setiap detik ke detik
ingatkah kau, aku tak pernah melakukan banyak hal bersamamu
beginikah caramu meninggalkanku
lantas apa yang akan kulakukan tanpamu
Hai Kartiniku
aku tak menyalahkan mu atas setiap rindu yang kurasa
tak mampu sedetikpun aku marah karena tak mampu mendekapmu
kian banyak pertikain
kian banyak sakit yang kuterima
aku masih tetap tak menyalahkanmu
yang membuatku sakit hanya
aku tak mampu lagi melihatmu
aku tak akan lagi mendapat pelukanmu
aku tak mampu lagi berjalan bersamamu
dan akan banyak hal lain yang tak akan bisa lagi kulakukan denganmu
Kau Ibu
Kartini terbaik dalam hidupku
terima kasih telah menjadikanku tegar
aku disni selalu berdoa untukmu
sudahilah air mata yang kau teteskan disana
akan ada banyak kartini yang selalu bersamaku
walau tak seindah kartini asliku
Selasa, 17 April 2018
Apa Salah Rasa
Apa salah rasa
ketika aku berpulang
pada tempat yang berbeda
mereka mencibir dengan
rendah
Apa salah rasa
Pada pengorbanan siang
malamnya
Namun ku masih tetap
tak mampu pergi kepadanya
Pada
rekah yang bertengger dihatinya
Apa salah rasa
Bagi mereka yang sebut
barang mewah
Hingga mereka berkata jika aku
Hanya putik yang lupa
akan mahkotanya
Ahh..
Biar aku saja yang
memahaminya
Minggu, 14 Januari 2018
I Can't Stop Loving You
aku mencintaimu dari waktu ke waktu yang aku punya
aku merindukanmu dari setiap detik yang kulewati
setiap kuingatmu, seakan tak ingin ku melupa
aku iri pada angin yang lebih sering memelukmu dengan dinginya
aku iri pada malam yang selalu menemanimu sendiri dengan banyak kisahmu
lalu harus berapa banyak lagi jejak ku untuk mampu sampai padamu
menutup semua kelam yang kau pendam dalam peluk laramu
menemanimu untuk mencipta segala kenangan indah
sungguh aku ingin bersamamu
katakan padaku kapanpun kau inginkan aku untuk mendengarmu
setiap hariku akan kunantikan untuk menemani kisahmu
katakan padaku jika kau tak ingin sendiri untuk melangkah
agar setiap tapakku akan kunanti kau disampingku
aku merindukanmu dari setiap detik yang kulewati
setiap kuingatmu, seakan tak ingin ku melupa
aku iri pada angin yang lebih sering memelukmu dengan dinginya
aku iri pada malam yang selalu menemanimu sendiri dengan banyak kisahmu
lalu harus berapa banyak lagi jejak ku untuk mampu sampai padamu
menutup semua kelam yang kau pendam dalam peluk laramu
menemanimu untuk mencipta segala kenangan indah
sungguh aku ingin bersamamu
katakan padaku kapanpun kau inginkan aku untuk mendengarmu
setiap hariku akan kunantikan untuk menemani kisahmu
katakan padaku jika kau tak ingin sendiri untuk melangkah
agar setiap tapakku akan kunanti kau disampingku
Selasa, 14 November 2017
I Found You
aku telah menemukan cintaku dalam dirimu
kini kau berada tepat disampingku
mendengarkan lagu yang sama dalam satu headsetmu
berjalan seiringan kesana kemari
mengulang cerita demi cerita yang telah berlalu
kembali tertawa dengan setiap apa yang diinginkan
kita telah menjadi dewasa bukan??
belajar untuk saling melindungi dalam kegelisahan
belajar untuk saling melindungi dalam kegelisahan
menemani dalam setiap keputusasaan
kita pernah menangis bersama dalam satu laman
yang berjeda sangat panjang
kita sama-sama merenung dalam diri masing masing
hingga akhirnya kita tetap berputus untuk selalu bersama
aku yang masih ragu akan harapanku denganmu
namun dengan penuh keyakinan
kau hancurkan segala keraguanku dengan tulus ucapmu
entah dengan ungkapan apa lagi aku akan mengambarkan kita
terima kasih untuk segala ketulusan.
Rabu, 06 September 2017
Kembali
kembali !!
ada yang hilang dari jiwa yang malang
ada yang terbuang dari segenap harapan
dalam jiwa yang kosong ini
ada yang tercengkram dari secercah
bahasan lisan yang tak bertulang
hilang
musnah
entah meraka berlarian keamana
ku cari satu per satu pada setiap
insan yang berjalan pelan
namun tetap pula tak kudapati mereka
bualan bualan tak sedap yang terlontar
meluruhkan segenap harapan untuk sedikit kembali
kembali menjadi apa yang orang kata
kembali menjadi apa yang orang lihat
namun tidak kembali menjadi
apa yang orang pinta
Selasa, 05 September 2017
Pulang
pulanglah
karena kau sudah terlalu lama mencari
cukup sudah kau lukai dirimu
demi seuntai kata mesrah yang tak pasti
duduklah bersandar sendiri
karena kau sudah terlalu rapuh dengan semua ini
kenangan hanyalah kenangan
tak mampu menjelma menjadi masa depan
kunci rapat-rapat hal yang tak mampu membuatmu berdiri
masih banyak ruang kosong
yang akan dengan senang hati datang
dan menerima dengan segenap kasih
memberimu bahu untuk bersandar
memberimu bibir untuk bercurah
sadarlah kau
jika semua yang berlalu hanya akan menjadi benalu
Minggu, 03 September 2017
Kamu
berada disampingmu
sama halnya berada dalam dekapan ibu
kau begitu tau apa yang harus kau lakukan
tanpa aku mengucapkan
kau tau apa yang aku butuhkan
tanpa aku mengisyaratkan
kini aku mulai terbiasa bersamamu
mengenali setiap tingkahmu
begitupun kamu mengenaliku
bahkan !!
aku tak mampu mendengar siapapun
yang berkata kepadaku ketika aku menatapmu
di dalam ruang penuh orang
bersamamu aku tak melihat orang lain
karena kau begitu sayang untuk dilewatkan
dari sekarang
mari menjadi kita,
buang segala prasangka
dan biarkan hati kita bernafas masing-masing
kau tak perlu khawatir
karena rasa ini sungguh akan berhenti di kamu
dan hanya kamu :)
Selasa, 29 Agustus 2017
UP
baru saja bunga itu tumbuh merekah mewah
terbingkai dengan aroma semerbak mewangi
baru saja ku tanggalkan kesepian dalam harian ini
lekas-lekas ku kemasi semua kenangan
untuk tidak mencampuri semua keinginan mendatang
ku bereskan semua bayangan semu
yang akan menjadi duri di dalamnya
karena tak ingin ku sedikit saja memberi luka
harapan lembar per lembar ku tuliskan dalam ingatan
namun !!
ahh sudahlah
aku tak mampu melampui keinginan mereka
keinginan tuan dari dirinya
apalah aku yang hanya memiliki aku
tanpa memiliki apapun selain aku
oh..
come on !!!
sadarlah dirii
jangan kau merasa sombong dengan dirimu sekarang
cukup jelas bukan siapa kamu.
please bangun saja diri sendiri sekarang
perbarui saja apa yang akan menjadi angan mu mendatang
sampai tuan-nya sanggup untuk kau tundukkan
Langganan:
Postingan (Atom)
Riuh
Ombak berlarian riang menuju tepian disambut pasir halus yang ikut tertawa sembari ikut berlarian hilang terbawa arus dan kembali lagi kedas...
-
Ombak berlarian riang menuju tepian disambut pasir halus yang ikut tertawa sembari ikut berlarian hilang terbawa arus dan kembali lagi kedas...
-
aku mencintaimu dari waktu ke waktu yang aku punya aku merindukanmu dari setiap detik yang kulewati setiap kuingatmu, seakan tak ingin ku ...